Hukum Alam

  1. Hukum sebab akibat (hukum karma)

Hukum sebab akibat adalah merupakan hukum pertama, diamana hukum ini mengatakan bahwa apa yang terjadia dengan diri kita sekarang adalah hasil dari perbuatan kita di masa lampau. Dalam dunia motivasi dikatakan “apa yang terjadi dalam hidup kita sekarang adalah hasil dari keputusan kita 5-10 tahun yang lalu”.

Kisah Dua Pengembara dan Kudanya

Dua orang pengembara baru saja melakukan perjalanan jauh dengan kuda-kuda mereka. Seorang yang pertama sebut saja Johan dan yang kedua adalah Ifan. Setelah melakukan perjalanan setengah hari penuh, sampailah mereka pada tempat yang dituju, Kota Raja. Sepertinya Johan dan Ifan adalah duan orang pendekar yang cukup diperhitungkan oleh petinggi kerajaan. Buktinya hari ini mereka ke Kota Raja datang untuk memenuhi panggilan Raja terhadap puluhan pendekar pilih tanding yang ditentukan oleh pihak kerajaan. Sesampai di Istana, ada puluhan kuda telah terikat di batang-batang pohon yang tersebar di halaman istana. Johan melompat dari kudanya, kemudian mengikat ke sebatang pohon. Sementara Ifan yagn melompat belakangan, segera turun dari kudanya, lalu membiarkan kuda itu ngeloyor pergi merumput , tanpa mengikatnya ke pohon terlebih dahulu.

Kontan saja si Johan heran dengan pila sahabatnya ini. Pernasarannya pun tidak bisa ditahannnya, ia pun bertnya pada Ifan, yang sedang memutar Tabih mengulang-ulang nama-Nya.

“Hai Ifan, kenapa kuda itu kau lepas begitu saja, sementara kebanyakan orang mengikatnya?” Tanya Si Johan sambil berurauan.

“Oh itu” Ifan menghentikan sejenak putaran tasbihnya. “Aku telah menyerahkan segala urusanku hanya kepada-Nya,” Ifan menjawab dengan jumawa. “Tuhanlah yang Mahakuasa, kita hanya mahluk lemah tak berdaya,” ungkap Ifan dengan bijak. Johan pun mengangguk-angguk pertanda paham.

“Oh berarti urusan kudamu telah kau serahkan pada Tuhan?” Tanya Johan memastikan.

“Jangankan kudaku, semua urusan bahkan nyawaku telah aku pasrahkan kepada-Nya untuk mengurusnya”

“Oh, gitu.” Johan terlihat masgul

“Kenapa?” Tanya Ifan melihat perubahn wajah Johan, yang mendadak terlihat sedih.

“Aku kasihan kepada Tuhan,” ungkapnya polos.

“Kenapa?” Tentu Ifan  jadi heran dengan ungkapan sahabatnya itu.”

“Jika 6,75 miliar penduduk bumi jadi alim dan taat sepertimu, akan banyak sekali pekerjaan Tuhan setiap harinya, mengurusi kuda yang hilang, rumah yang tidak dikunci, anak gadis yang berpakaian seronok, ibu-ibu yang pamer perhiasan, anak-anak yang malas belajar, tapi nilainya harus bagus dan lulus ujian, dan seabrek tugas Tuhan yang lain karena semua orang menyerahkan urusan kecil-kecil seperti itu pada Tuhan,” ungkap Johan masih dengan polosnya.

Mendengar itu Ifan merasa geli dan tersenyum.

“Oke, oke deh. Aku paham maksudmu,” kata Ifan sembari bergegas menghampiri kudaya yang memang masih belum jauh dari situ, dan menambatkannya pada sebatang pohon. Akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan ke dalam istana.

Ribuan orang memiliki pola pikir seperti Ifan. Minim berusaha lalu menyerahkan semua urusan pada Yang di Atas. Fenomena ini terlihat sangat tidak cerdas secara spiritual karena pasrah karena kepasrahan yang salah kaprah.

Jikalau Ifan benar, Tuhanlah yang telah menetukan seorang jadi tukang becak, jadi tukang bangunan, dan yang jadi pejabat. Namun Tuhan pasti lebih cerdas dari pada itu, lebih demokratis, alias tidak sediktator itu. Oleh karena itu Tuhan adalha yang Mahacerdas, itulah mengapa kita Tuhan menciptakan seperangkat aturan yang wajib diikuti oleh umat-Nya. Jika patuh dapat pahala, jika tidak patuh berarti kita akan mendapatkan sanksi. Tuhan menciptakan  alam semesta ini dengan seperangkat hukum dan aturan, itulah mengapa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang memahami, menhayati, dan mengamalkan seperangkat aturan itu dalam kehidupan nyata, terlebih jika Anda bersungguh-sungguh menginginkan kehidupan yang sukses, bukan hanya sukses financial dan karier, melainkan juga memperoleh kebahagiaan.

Anda menempati rumah Anda sekarang, mengendarai kendaraan Anda, kondisi keuangan Anda, semua adalah sebuah akibat dari ribuan sebab beberapa bulan atau tahun sebelumnya. Sadarilah ini, ambillah tanggung jawab ini, jangan menyalahkan orang lain atas kesulitan hidup Anda. Apalagi menyalahkan Tuhan dengan mengatakan, Tuhanlah yang telah mengatur segalanya, termasuk penderitaan Anda.

Mulai sekarang, susunlah sebab-sebab untuk nasib baik Anda. Rencanakan dan desain masa depan Anda dengan memahami hukum sebab akibat.

2. Hukum kekekalan energy

Ketika kita berbicara tentang hukum kekekalan energy berarti kita berbicara tentang energy elektromagnetik, dimana energy inlah yang menjadi alasan utama mengapa sebuah impian, rencana diperlukan sebelum ia menjadi realitas fisik. Jika Anda di sebuah perusahaan network marketing, asuransi, dunia penjualan, pada umumnya. Orang-orang yang berhasil mencapai kesuksesan adalah orang-orang yang memiliki impian yang jelas dalam pikiran mereka. Mereka adalah orang-orang yang bisa melihat mimpi-mimpi mereka, dekat sekali, seakan nyata dalam kehidupan mereka.

Jika gambar dalam pikiran anda masih samar-samar, itu artinya energy elektromagnetik dalam pikiran anda masih kecil. Jika keyakinan Anda masih rendah, artinya gelombang elektromagnetik Anda masih kecil.

Ketika anda menyuntikkan perasaan yakin, gembira, senang, bahagia, ketakutan, dan sebagainya dalam gambar tersebut, Anda sudah memasukkan untus emosi ke dalamnya. Ketika Anda sudah melibatkan emosi, gelombang elektromagnetik pun semakin membesar keluar dari pikiran Anda.

Napoleon Hill mengungkapkan semua proses ini dengan kalimat sederhannya, “Apa pun yang bisa dipikirkan oleh manusia dan diyakini di dalam hati, maka itu bisa menjadi suatu realisitas fisik atau kenyataan.”

3. Hukum tarik menarik

Ketika frekuensi getaran gelombang elektromagnetik terbentuk, ada sinyal penguat yang bekerja di dalamanya agar apa yang ada dalam pikiran Anda berubah lebih cepat menjadi nyata.

Ringkasa dari hukum ini berkata “Think become thing”. Bagaimana cara bekerjanya? Sesuatu yang secara intents, dengan emosi yang cukup ketika Anda memikirkannnya akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan ini akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar dan menjadi penguat otomatos agar gelombang elektromagnetik bekerja terus-menerus, manarik kuanta, atom, molekul, dan senyawa-senyawa untuk membentuk susunan seperti yang Anda pikirkan. Misalnya, Anda berpikir dengan cukup sering ingin memiliki laptop dengan merek tertentu, dengan emosi yang cukup, gelombang Law of Attraction akan bekerja dengan sempurna mewujudkan apa yang menjadi impian Anda.

4. Hukum Polaritas

Polaritas adalah suatu hukum yang menyatakan segala sesuatu di dunia ada pasangannya. Ada siang maka ada malam, ada hitam maka ada putih, ada suka  ada duka, ada tinggi ada rendah. Dalam tradisi China, hukum ini disebut Yin-Yang. Jika kita berharap hanya aka nada senang tanpa berganti duka, tempatnya bukan lagi di dunia ini, tapi di suatu alam lain yang disebut sebagai Surga.

Pemahaman dan penerimaan Anda tentang hukum semesta akan mengantarkan Anda untuk lebih arif menyikapi kehidupan. Jika anda berpikir dan menginginkan sesuatu yang bertentangan dengan hukum semesta, Anda akan kecewa dengan sendirinya.

Jadi dari hukum polaritas, kita bisa menarik pelajaran bahwa “Ada hikmah dari tiap kejadian buruk, Anda hanya harus mensyukuri hikmah tersebut, sekecil apapun itu”. Kita harus melihat semua kejadian dengan rasa syukur, dan tetaplah teliti untuk melihat hikmah sebagai pasangannya. Belajarlah untuk selalu melihat suatu kejadian dari dua sisi yang berbeda. Semua kejadian baik ada buruknya, semua kejadian buruk ada baiknya. Dengan hukum polaritas kita akan semakin berharga karena tidak kagetan ketika ditolak orang lain, ketikan mendapat masalah.

5. Hukum Gender dan waktu tumbuh

Segala sesuatu memerlukan waktu untuk tumbuh dan selalu diperlukan gender pria dan wanita. Itulah kira-kira yang bisa ditangkap dari hukum gender dan waktu tumbuh ini.

Untuk benih yang bernama janin dibutuhkan waktu 9 bulan 10 hari untuk kemudian janin lahir menjadi manusia yang sempurna. Jika bayi dilahirkan 7 bulan, dia akan disebut premature atau kelahiran bayi dini. Sang bayi perlu diinkubasi, karena memang diberi okseigen dan suhu tambahan agar akhirnya bisa hidup dengan normal.

Jika janin tersebut dilahirkan enam bulan atau sebelumnya, kecil kemungkinan dia akan hidup. Jika sang janin akhirnya tidak bisa melanjutkan kehidupannya, peristiwa itu disebut “kegugura”. Jika prosesnya dipaksakan, proses ini disebut penguguran alias aborsi dan itu melanggar hukum negara kita.

Mengapa ini bisa terjadi? Proses apa yang terjadi? Segala sesuatu yagn hidup di muka bumi ini memerlukan waktu untuk tumbuh. Jika kita mencoba melanggarnya atau mencoba memutus rantai ini, kita harus menerima ganjarannya.

Lalu bagaimana dengan impian Anda? Jika anda telah memiliki impian, ini perlu waktu untuk tumbuh dan mewujud menjadi padanan fisik seperti yang Anda harapkan. Katakanlah Anda bermimpi untuk memiliki sebuah mobil, ia memerlukan waktu untuk menjadi kenyataan. Yang perlu Anda lakukan adalah terus memeliharanya, memupuknya agar ia tumbuh subur dalam kandungan alam semesta.

Pada saatnya nanti, molekul-molekul yang bergabung berkumpul karena kekuatan gelombang elektromagnetik dan hukum tarik-menarik. Ia akan mewujud menjadi baut, mur, ban, spion, dan lain-lain. Bukan di rumah Anda, tapi di tempatnya masing-masing, mungkin di pertambangan besi, di pabrik plastic, lalu barulah menuju pabrik perakitan mobil.

Jika Anda terus memupuk dengan keyakinan dan action yang nyata, visualisasi yang mendukungnya, mungkin sekali mobil itu dibuat kemudian Anda mendapat uang yang cukup karena suatu bisnis yang mungkin Anda tidak duga sebelumnya. Akhirnya, Anda bisa membayar DP ke diler, barang pun dikirim dari pabrik ke diler, baru kemudian mobil impian Anda tersebut, parker di rumah anda.

Panjang sekali proses untuk membuat mobil Anda parker di garasi Anda bukan? Bayangkan jika Anda tidak sabar, mungkin impian Anda lahir cacat, lemah atau bahkan lahir sebentar kemudian mati alias mobilnya hadir di garasi Anda sebentar kemudian ditarik oleh diler karena Anda tidak kuat membayar angsurannya.

 6. Hukum irama (roda berputar)

Kesadaran adanya hukum irama member kita kekuatan. Kalau ada naik ada turun adalah benar, “Ada turun pasti ada naik” pasti merupakan hal yang benar juga. Berdoa, tetap berusaha, dan bertindak membuat kita berpikir positif.

Biarkan pengakuan dan penhayatan Anda atas hukum irama ini membuat hati Anda tenang dan selalu bahagia dimana pun Anda berada. Dengan seperti itu, hukum sebab akibat, hukum kekekalan energy, dan tarik-menarik terus mengangkat dan mendiring Anda menuju puncak kesuksesan Anda. Bahkana, jika sekarang Anda sedang berada di puncak, Anda didorong untuk menju puncak kesuksesan yang lebih tinggi lagi.

7. Hukum realtivitas

Pernakah di hati kecil Anda muncul rasa iri hati atau sombong? Iri hati muncul ketika kita merasa kecil. Sombong muncul ketika kita merasa besar. Perasaan ini kana sirna jika Anda menyadari hukum ini, hukum relativitas, bahwa di atas langit masih ada langit. Apa pun pangkat dan kedudukan Anda, berapa pun kekayaan Anda sekarang, pasti ada yang masih lebih besar atau banyak daripada yang Anda miliki. Seberapa nista dan berat penderiaan Anda sekarang, pasti ada yang lebih menderita.

sumber: Buku Desain ulang hidup anda by Putu Putrayasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s